Bagaimana Bila Aku Buat Cerita Tentang Monster Lejet?

Monster lejet pasirlangu cisarua

Bagiku, Pasirlangu bukan sekedar tentang lejet dan paprika, melainkan menyangkut perasaan. Oleh karena itu, kelak ketika aku sudah tidak lagi disini aku pasti akan khawatir. Bukan karena apa, pun kenapa.

17 Maret, aku menginjakan kaki ditanah ini. Diwilayah yang kebanyakan tanahnya ditumbuhi lejet dan paprika. Saat itu, saat pertama aku kesini, aku sudah merasakan perasaan aneh. Semacam guling gasahan. Entah apa? Aku tidak tahu. Namun saat ini aku barulah tahu jawabannya.

Aku ingat, kala itu adalah pagi-pagi tanggal 17 Maret 2015. Saat dimana tanggal pemberangkatan KKN diagendakan. Aku masih dirumah dan belum menyiapkan bekal apa pun. Sedangkan waktu pemberangkatan sudah mepet. Maklum, empat hari aku tidak pulang ke rumah karena blusukan mempersiapkan kegiatan KKN di lapangan. Sehingga sehari sebelum hari H aku masih belum bisa pulang kerumah. Atau baru bisa pulang ke rumah sekitar pukul 10 malam.

Saat itu aku bingung apa yang harus aku persiapkan untuk KKN? Pakaian belum pada di cuci. Bekal belum ada. Pacar pun belum punya, eh?!  Bahkan bangun pagi pun aku kesiangan. Dan yang aku ingat saat itu hanyalah aku harus tawakal. Itu saja.

Sebenarnya aku malu bilang seperti ini. Tapi tak apalah aku mau jujur, saat berangkat waktu itu aku tidak mandi. :D Mepet. Bahkan barang-barang yang aku bawa pun seadanya. Termasuk cucian kotor pun aku bawa. Duh!

Aku hanya bisa menyempatkan pamitan sama Bapak dan Mamah saja. Aku mencium tangan kanan Bapak selama lima menit. Ya, aku mencium tangan Bapak selam lima menit. Lama bukan? Itu karena saat aku mencium tangan Bapak, Beliau langsung menahan kepalaku dengan tangan kirinya. Kemudian ia berdoa cukup lama.

Sebenarnya aku cangkel. Lima menit nyium tangan Bapak sambil didoain. Tapi tak apalah. Biar gereget. Apalagi Mamah yang berada disamping juga mengangkatkan kedua tangannya. Ia mengamini doa yang dibacakan oleh Bapakku. Aku jadi kaya spiderman.

Kemudian berangkatlah aku menuju tempat pemberangkatan awal, lokasinya di kampus. Ya, sebagaimana yang telah aku tuturkan diawal, aku datang kesiangan. Saat aku baru sampai di kampus, belum juga istirahat semua rombongan langsung berangkat. Tega! Tapi tak apa. Aku pun ikut berangkat.

Tak lama, aku ingat sesuatu. Ya, aku lupa belum nge-fix-kan tempat pertemuan di Kecamatan Cisarua. Sebagai ketua geng, hal itu sudah diamanahkan padaku sebelumnya. Maka, aku langsung ngebut bawa motor, nyelengceng ditengah jalan mendahului rombongan yang lain biar sampai lebih dulu. Hingga akhirnya aku sampai di kecamatan. Maka, aku langsung mencari dan menemui Pak Camat. Namun beliau tidak. Untungnya ada Bapak Wakil Camat, ia langsung menerimaku dengan ramah. Dan memperbolehkanku untuk menyiapkan ruangan di Aula. Selanjutnya aku beberes sambil menunggu rombongan datang.

Akhirnya, setelah semua kegiatan selesai dan pertemuan di kecamatan pun selesai, maka aku dan rombongan langsung ke posko KKN yang lokasinya ada di area MI NU Bani Sulaiman.

Ada hal yang membuatku deg deg ser. Poskonya berada ditengah kebun lejet dan paprika. Suasananya sering berkabut. Hujan beberapa kali mengguyur deras. Ini membuatku terinspirasi untuk membuat sebuah cerita berjudul "Monster Lejet". Semacam cerita horor yang menceritakan kasus pembunuhan mahasiswa KKN satu per satu :v

(kangen nulis)
Post a Comment
Click to comment