Kewaspadaan Sempurna Nabi SAW Menghadapi Musuh

Kewaspadaan Sempurna Nabi SAW Menghadapi Musuh

Betapa jelas, bahwasaya Rasulullah SAW adalah seorang yang sangat cerdik dan pandai. Dalam kewaspadaannya ketika menghadapi musuh-musuh, beliau senantiasa memiliki kewaspadaan dan kehati-hatian tinggi agar tidak dikalahkan musuh. Selain itu, beliau juga memiliki strategi yang hebat untuk menghadang tipu daya lawan. Salah satu contohnya adalah ketika Rasulullah SAW menyuruh Zaid bin Tsabit untuk mempelajari tulisan-tulisan dan bahasa kaum Yahudi. Ini beliau lakukan agar bisa mengerti dan faham apa yang menjadi perbincangan kaum Yahudi guna terhindar dari tipu muslihat yang mereka lakukan. Oleh sebab itu sering ada ungkapan:

من تعلم لغة قوم امن من مكرهم
"Barang siapa yang tahu bahasa suatu kaum, maka ia akan selamat dari tipu daya mereka"

Pada saat perang badar dan perang ahzab, Rasulullah SAW juga mengutus seseorang untuk menyingkap dan mengetahui berapa jumlah pasukan musuh. Ini menunjukan betapa Rasulullah SAW begitu waspada dalam keterjagaannya, ini sebagai bukti bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang cerdas.

Pun pada perang Ahzab, kecerdikan Rasulullah SAW terlihat saat beliau mengutus Nuaim bin Mas'ud Al-'Asyza'i untuk memecah barisan dan keutuhan lawan.

Mulanya, saat itu Nuaim Al-'Asyja'i adalah orang yang datang kepada Rasulullah SAW dan menyatakan diri masuk islam. Dan tidak ada satu orang pun dari musuh musyrikin yang mengetahui keislamannya. Ia menyanggupi apa saja yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW. Hingga akhirnya Rasulullah SAW mengutusnya untuk menintelejensi kaum musyrikin. Beliau SAW berkata:

خذل عنا ان استطعت فان الحرب خدعة
"Gagalkanlah (mereka) pada kami semampumu, sesungguhnya perang adalah muslihat"

Maka berangkatlah Nuaim bin Mas'ud Al-'Asyja'i hingga berhasil memecah belah para musuh dari golongan musyrikin.

Disini kita bisa lihat bagaimana Rasulullah SAW memakai berbagai cara dan strategi perang untuk melawan para musuhnya. Ia membutakan lawannya agar tidak bisa mengakali saat berperang, hingga mereka tidak bisa menambah kekuatan.

Semua ini menunjukan bahwa Rasulullah SAW memiliki kewaspadaan sempurna dalam berhati-hati terhadap para musuhnya. Beliau mampu membuat para lawannya takut dan kabur. Ini tanda kesempurnaan akal beliau SAW.

Referrensi:
Muhammad Al-Insan Al-Kamil - Sayyid Muhammad bin Alawi
Post a Comment
Click to comment